Monday, August 26, 2013

Komite Sekolah SMP Negeri 2 Sindang pasang perangkap jebakan orang tua Murid

Komite Sekolah SMP Negeri 2 Indramayu menjebak orangtua murid...
  • Deep Yudha Pemberitaan nya tidak adil...mengapa hanya yang keberatan dan "sinis" saja pendapat orangtua yang diangkat....padahal biasanya juga yang keberatan dengan biaya ada keringanan bahkan gratis....tahun lalu putrinya tukang beca gratis dsp nya dan setelah mendapat binaan kami, mendapat kesempatan mengikuti ICAS (International Competitions and Assements for Schools) yang diselenggarakan Australia dan berhasil meraih medali perak...berbarengan dengan 21 siswa lainnya...dari banyaknya perolehan medali kami menempati peringkat kedua setelah SMPN 1 Denpasar Bali. Tadi juga ada orang tua yang sudah menyekolahkan 2 putrinya di sekolah kami karena merasa PUAS dengan layanan kami.Terbukti putrinya yang pertama yang diterima di salahsatu SMA fav di Cirebon membandingkan guru2 di SMP kami dg guru2 di sekolahnya sekarang, dia merasa kalau di SMP kami punya nilai "lebih". Tanpa bermaksud berlebihan, takabur atau riya...banyak alumni yang sekarang melanjutkan ke SMA favorit di Cirebon yang bercerita kalau mereka merasa puas dan bangga telah pernah sekolah di sekolah kami karena ketika ngobrol dengan teman2nya alumni SMPN di Cirebon sekalipun maka ternyata fasilitas sekolah kami jauh lebih pantas dibanding mantan RSBI di Cirebon. Padahal dsp bulanan dan tahunan disana JAUH LEBIH BESAR. Di SMA favorit di Cirebon , alumni kami bisa dengan bangga bersaing dengan teman2 nya yang alumni Cirebon karena pengalaman berlomba juga lebih luas...tidak hanya jago kandang. Dalam kegiatan pramuka misalnya, siswa kami terbawa jambore ASEAN di Singapur, jambore di Korea,jambore di Australia dan itu karena siswa kami lolos seleksi tingkat Nasional. Sedangkan untuk mendapat kesempatan mengikuti even semacam itu untuk yang tidak lolos seleksi harus membayar sekitar Rp 50 juta/siswa ( seperti yg disampaikan peserta yg tidak lolos seleksi seperti siswa swasta terkemuka di Jakarta yang biaya sekolahnya pun sangat tinggi) misalnya. Untuk lebih jelasnya mampir ke website kami smpn2sindang.sch.id atau mampir ke blog sederhana saya deepyudha.blogspot.com. Berita setengah2 yang dimuat disini bisa saja menggiring opini negative masyarakat terhadap sekolah kami karena minim nya informasi membuat masyarakat jadinya tau "sedikit" dan gampang terprovokasi. Dalam musyawarah tadi juga kan ditawarkan mengingat pepatah JER BESUKI MAWA BEA kalau ingin murah maka banyak program kegiatan siswa yang terpaksa harus dipangkas dan banyak kesempatan ikut lomba yang dulu diikuti kakak2 kelasnya tidak akan bisa lagi diikuti oleh angkatan sekarang. Bukankan itu berarti merampas hak siswa yang seharusnya bisa lebih maju?
  • Fais Sulung kalau ga begitu ya ga indramayu banget loh....pendidikan di indrmaayu sih biasa jadi ajang komersil utk mengeruk rupiah dgn modal tameng komite sekolah...
  • Ageng Sibti berprestasi tp tdk harus menggunakan biaya yg byk kan ? Karna sekolah udh dpt DANA BOS. Bg yg tdk mampu mgkn bs mnt surat miskin. Tp bg yg hidup'y seerharna seperti d blg misjin gk n hidup pas bwt makan dll gmn ? Daftar tdk mampu jg gk mgkn blh. Akhir'y mw gk mw y utang karna anak dah masuk k SMP trsebut
    Kemarin jam 0:27 melalui seluler · Suka · 1
  • Lilis Wachyu Dinatapura sebaiknya cari tau tentang bagaimana mekanisme pencairan dana bos...berapa besarnya...jangan asal komen dan menghakimi kalau hanya tau "sedikit"...kasian para guru honor yang mengandalkan dana bos....kerja 1 bulan tapi hanya dihitung 1 minggu....bandingkan dengan upah harian tukang bangunan di Indramayu....se hari dapat 75 rb plus makan, kopi, rokok, sedangkan guru honor...? tanya mereka....bagaimana mekanisme penghitungan jam kerjanya...yg entah mulai kapan berlaku seperti itu dan akan sampai kapan....apalagi yang diandalkan adalah dana bos yang ANDA-ANDA gembar gemborkan itu ? kapan guru honor akan mendapat perhatian dari para orangtua siswa yg sebenarnya MAMPU ? sedangkan sawahnya luas, gelangnya kaya toko mas ? tapi ber infak untuk pendidikan ANAK nya saja harus ribut2....memanfaatkan gembar gembor SEKOLAH HARUS GRATIS ?
  • Ageng Sibti mbak, saya ini guru honor. Pa lg saya hanya gru Tk yg kami gratiskan asal anak2 d kampung tersebut bs sekolah. Kami tdk menerima uang boz tp saya tdk memelas. Krna tgs qt sbgai gru mencerdaskan anak bangsa dgn ikhlas. Bukan tdk setuju da biaya tp setdk'y tdk d batasi paling rendah 2rts. Krna gaji saya aja gk da segitu 1bln. Mgkn lbh bijak jika kami ikhlas mampu membayar brp asal itu pantas. Bukan begitu bu ?
    Kemarin jam 0:51 melalui seluler · Suka
  • Deep Yudha mungkin mbak Ageng Sibti bukan kepala keluarga yang harus menghidupi anak istri.....jadi ketika dana bos macet dan tidak seberapa...sudah kerja tidak mendapat honorpun ga masalah....sy dengar di Pulogadung mau ke Toilet saja yg tadinya hanya membayar Rp seribu sekarang naik jadi Rp 3ribu....di sekolah, kalau ingin maksimalkan kegiatan siswa...kertas harus beli....daftar2 lomba harus bayar....terus kalau para orangtua yang JELAS2 MAMPU....mau andalkan siapa ? mau gratis juga ? lucu ya ada orang tua yang mengaku "TIDAK MAMPU" dia ingin seringan-ringan nya bahkan gratis tapi ketika BANYAK orang tua lain yang tidak keberatan membayar karena SANGAT PAHAM KONSEKUENSI LOGIS dari banyaknya kegiatan ekstra yang bisa diikuti putra-putrinya tercinta dan Insya Allah akan sangat berperan pada pengalaman mereka dan akan sangat bermanfaat bagi masa depan mereka kelak ? juga tetap TIDAK SETUJU.....padahal sekali lagi kalau memang betul2 tidak mampu maka akan DIGRATISKAN BAHKAN MENDAPAT BEA SISWA....masalahnya kalau DIKATEGORIKAN TIDAK MAMPU, malu, gengsi.....jadi apa maunya....
  • Lilis Wachyu Dinatapura bagus lah, salut dan angkat jempol bagi para guru honor yang bisa ikhlas seperti bu Ageng Sibti.....tapi pihak sekolah yang notabene banyak tuntutan dan siswa pun sudah punya kebutuhan ikut2 berbagai lomba demi menguji kemampuan mereka...dan itu kadang perlu tenaga ekstra para guru dalam melatih, mendampingi sampai mengantar lomba....dan kebanyakkan guru2 ekskul itu masih tenaga honor....dan jika mereka para pria kepala keluarga, apa pengelola sekolah TEGA tidak membayar mereka , hanya karena dana bos belum cair dan kalau pun cair sangat lama dan tak mencukupi pula....benar2 sangat tidak manusiawi jiga guru honor hanya dibayar sesuai kemampuaan dana bos....bagi yang kurang mampu...SEKALI LAGI pihak PENGELOLA sekolah SANGAT MEMPERHATIKAN asal dikomunikasikan permasalahan yang ada GAK PERLU GENGSI ATAU MALU bahkan merasa TERHINA. Perbedaan selayaknya disikapi positiv....yang pinter sharing berbagi kepinterannya, yang kaya sharing berbagi kekayaannya....maka semua insan Insya Allah bisa saling MELENGKAPI, SALING MENYEMPURNAKAN, dan SALING MEMULIAKAN....bukan sebaliknya saling MENJATUHKAN, saling MENYUDUTKAN bahkan merasa paling BERHAK MENGHAKIMI pihak lain....tidak peduli yang diketahui HANYA SEDIKIT dan informasi setengah-setengah....padahal apa untungnya coba ?
  • Ageng Sibti mas yudha, anak saya sekolah d SMP yg sedang qt bahas. Bkn gengsi hya aja demi anak tersenyum. Mah klo gk da DSP gk nyala ac'y, miris bgt. Maaf, saya jg hrz menghidupi ibu sya yg sudah renta. Alhamdulillah uang gedung yg 3jt n DSP yg 3rts 1bln'y gk da tunggakan mski gali n tutup lobang. Bs anda bayangkan ? Bru kmrn sya byr buku paket 748rb + LKS 120rb blm lg uang saku yg tiap hari hrz sya byrkan. Pa lg studybanding 2bln lg k malang akan d brgkatkan dgn biaya entah brp kami blm tau. D tmbah DSP yg dadak seperti ne n tdk d rencanakan dr bln sblm'y. Tp gpp, demi anak biarpun kepala kaki n kaki d kpla.
    Kemarin jam 1:25 melalui seluler · Suka
  • Ageng Sibti maaf mb lilis kami tdk tau yg mengantar gru honor. Krna setau sya dr kepsek sblm'y blg klo lomba tsb d antar gru2 S2 yg kul d luar negeri. Knp gk pilih yg PNS aja tuk mengantar ? 1x lg bukan gengsi, saya mengakui saya orang tdk mampu tp saya tdk mau anak saya tau ibu'y berat menyekolahkan dia. Krna tgs ibu memberikan pendidikan dan tgs ank blajar. Dan sya katakan sekali lg bukan tdk stuju da DSP setidak'y lbh bijak lg kl bs d turunkan lg. Klo tdk bs y gpp. Mw gk mw sya hrz membayar 2bln DSP. Maaf klo bs tlg jgn d dadak mpe 2bln. Sekira'y dr thn ajaran prtma sudah d putuskan DSP'y. Biar cr uang'y gk bsr. 5rts lumayan lho cr utangan'y susah.hehe...
    Kemarin jam 1:34 melalui seluler · Suka
  • Deep Yudha Ibu Ageng Sibti, mohon maaf tadi ibu tulis " Kami tdk menerima uang boz tp saya tdk memelas. Krna tgs qt sbgai gru mencerdaskan anak bangsa dgn ikhlas." tapi ibu ceritakan juga beban2 ibu yang lain disini....tidak perlu itu bu....setau saya pimpinan dan pengelola sekolah yang sedang kita bahas itu punya kebijakan yang sangat bijak apabila ibu komunikasikan dengan baik masalah2 atau beban2 ibu diatas.....kalau tidak dikomunikasikan mana mereka tau masalah ibu ? kan dari awal pada musyawarah tadi sudah dipaparkan untuk apa saja biaya2 itu,,,dan ada alternatif lain jika para orangtua ingin ringan. AC di lepas, infokus, lab komputer, ga boleh dipakai biar beban listrik berkurang...atau kalu tega fasilitas2 tersebut DILOAKKAN saja....mari kita kembali ke jaman dulu...jaman SMPN 2 Sindang tidak ber AC, belajar secara konvensional...ga perlu buka internet di kelas sebagai sumber belajar yang diharapkan lebih luas...cukup andalkan buku saja...pokoknya kembali ke zaman baheula....tanya saja para alumni yang mendapat keringanan2 bahkan gratis....mereka tetap mendapat pelayanan dan bimbingan yang sama bahkan ada yg berprestasi...sampai sekarang di warung koperasi kami masih ada titipan jualan makanan dari seorang gadis lulusan SMA yg juga alumni sekolah kami yg dulu sekolah di lembaga kami gratis bahkan buku dan uang jajan sering diberi para guru mengingat keadaannya yang memprihatinkan....tapi dia sama sekali tidak minder dan tetap pd bertemu kami .....karena kami tidak memperlakukannya dengan PANDANGAN HINA karena dia bersekolah GRATIS...jadi sekali lagi berkomunikasilah dengan kami agar dapat saling MEMAHAMI dan bukan MENGHAKIMI. Itulah BAHAYANYA kalau TAU SEDIKIT bisa menjurus ke FITNAH....makanya kalau ada yang kurang jelas bertanyalah.....agar ibu tidak dimanfaatkan oleh OKNUM yang kerjaannya MEMLINTIR INFORMASI....entah apa tujuannya...
  • Ageng Sibti saya mw brkeluh kesah dgn syp mas. Saya yg mendirikan TK dr ibu saya msh muda dgn dana dr pribadi. Tp alhamdulillah TK sya brprestasi tdk kalah dgn yg lain. Dr thn 71 kami sengaja mendirikan tuk anak2 d kmpung yg tdk mampu. Krna kami sng pendidikan dan anak2. Bkn mengeluh hya sekedar anda tau knp itu berat bg kami. Itu saja krna anda mengatakan sya blm pya tanggungan. Pa pun demi kebaikan anak kami yg kami percaya kpd skolah SMP tsb, mw kmbli k masa yg dlu atw pa pun gpp asl itu demi anak2 qt mas. Sya jg alumni. Makanya sya blg sm ank sya jaman mamah dl gk da internet n ac tp pd sukses n pintar2. Yah nama'y jg anak2 mas, mrka bbs brpndapat. Maaf mas n mbak sekali lg sya tdk mw ribut mslh ini. Saya titipkan ank saya kpda anda. Mslh gru honor insyaallah kami tdk akan telat byr DSP. TP LAEN X HRS'Y d bicarakan dr bln juli biar gk berat nungga'y
    Kemarin jam 2:00 melalui seluler · Suka
  • Deep Yudha bisa diatur bu apalagi bagi bu Guru se berjasa ibu....PASTI ada PERTIMBANGAN.....makanya BERKOMUNIKASILAH dengan pihak yg bersangkutan langsung agar ibu tidak TERPROVOKASI orang2 yang ingn MANCING di air keruh....cari mba Lilis Wachyu Dinatapura
  • Ageng Sibti y sudah mas qt sama2 gru. Gk enk jg ribut cm mslh uang. Mrka cm rbt krna pemerintah brjnji skolah gratis 9thn jd kami pikir trmsk skolah ank kami. Tp pa pun itu saya prcya ini mgkn sudah kebijakan dr skolah yg sebijak2'y. Sx lg saya titipkan ank sya kpda anda smw. HIDUP NEDUSI lah !!
    Kemarin jam 2:08 melalui seluler · Suka · 1
  • Deep Yudha di sekolah ga interneten di luaran bertemu warnet2 YANG KEBETULAN TIDAK BERTANGGUNG JAWAB pemiliknya hanya bisnis oriented ,tidak peduli ada pelajar bolos sekolah yang penting game on line di tempatnya laku . Tidak peduli para pelajar buka situs2 porno.....ibu, anak2 kita lahir dan dibesarkan PADA ERA MEREKA bukan ZAMAN KITA....masa tega mereka harus kembali ke ZAMAN KITA ? yang lain sudah sampai mana....kita masih dimana....
  • Ageng Sibti iya mas. Pan td sya jg blg pa pun itu asal demi kebaikan anak qt. Mw kmbli ky dl atw lanjut ky skg sya percayakan kpda pihak smp anda. Krna sya jg alumni'y. Makasih mas atas sharing'y. Mdh2n ne ajang menjalin tali silahturahmi antar gru n org tua murid. Sya pamit mas sudah pg. Tdr dlu.
    Kemarin jam 2:20 melalui seluler · Suka · 1
  • Kang Ichank nyimak aja dulu
    Kemarin jam 2:21 melalui seluler · Suka · 1
  • Ageng Sibti oia sya sudah dtg k skolah mnt kebijakan tp alhamdulillah gk da penawaran.hehe... Wasalam mas yuha.
    Kemarin jam 2:21 melalui seluler · Suka
  • Deep Yudha Salam...hubungi saya nanti dianter...maklum KS yg sekarang masih baru, mungkin blm paham betul sikon yang ada padahal beliau pemerhati dan sangat bijak apabila tau masalahnya...kalau menawarkan keringanan ke sembarang orang ntar salah lagi.......setahu kami pimpinan terdahulu selalu bicara di forum musyawarah :" Yang membutuhkan keringanan bahkan bantuan silahkan datang ke ruangan saya"...begitu bu.... Kang Ichank mah langkahnya strategis atuh he he he....tau dulu permasalahannya...jelas dulu baru nimbrung.....karena Kang Ichank mah hati2...supaya TIDAK SALAH SASARAN MENGHAKIMI pihak yang seharusnya memang tidak dihakimi.....
  • Anne Wachyu Dinatapura rasanya sih..hari gini gak ada yg gratis deh,apalagi untuk sesuatu yg berkualitas..saya pribadi walopun tdk hidup berlebihan tp untuk pendidikan anak sih sy usahakan semaksimal mungkin,termasuk usaha 'negosiasi' dengan pihak sekolah...bukan mengumbar masalah keluar karena tdk akan menyelesaikan masalah,dalam hal ini pihak sekolahlah yg bs membantu..bukan pihak lain yg mungkin hanya bisa menancing di air keruh..kita sebagai org tua muridlah yg hrs bijak...be smart..
    Kemarin jam 5:27 melalui seluler · Suka · 2
  • Anne Wachyu Dinatapura salam manis buat 'Mas' Deep Yudha..hehehe..
    Kemarin jam 5:29 melalui seluler · Suka · 2
  • Deep Yudha Permendikbud No.44 Tahun 2012 tentang Pungutan dan Sumbangan Biaya Pendidikan Pada Satuan Pendidikan 

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh telah menerbitkan Peraturan Mendikbud No.44 Tahun 2012 tentang Pungutan dan Sumbangan Biaya Pendidikan Pada Satuan Pendidikan Dasar yang berlaku sejak diundangkan pada tanggal 28 Juni 2012. Peraturan ini sekaligus menggantikan dan mencabut berlakunya Permendikbud Nomor 60 Tahun 2011 tentang Larangan Pungutan Biaya Pendidikan Pada Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama.
  • Deep Yudha Maaf mengutip pengurus Komiteu SMPN 2 Kenda Sindang : coba baca lagi uu no 44 thn 2012 , komite sekolah di perbolehkan bermusyawarah untk mengatasi kekurangan dana penyelenggara pendidikan dari jumlah yg hadir ada 90 percent menyatakan setuju untuk memberika dana sumbangan bulanan sebesar RP 200 RB perbulan dan kami menyutujuinya atas dasar kesepakatan.... jadi bagi yg tdk berkenan dan yg menulis berita tidak tuntas..karena para wali murid menyekolahkan putra /putri nya berdasarkan pilihan bukan paksaan. Kita wajib memilih kemana anak2 kita hrs di sekolah kan... indramayu banyak smp2 bukan smp2 saja , maka dari hak memilih skolah adalah hak azasi masing 2 , mungkin mereka tau bahwa smp n 2 lah yg ter baik mudah azas manfaat nya lebeih baik dari azas mudoratnya amin.
  • Deep Yudha Disayangkan di zaman era teknologi dimana berita bisa dengan sangat mudah diakses (tapi oleh orang2 yang mampu dan mau mengakses saja tentunya) masih ada saja yang menyajikan berita TIDAK TUNTAS alias sepotong-sepotong yang notabene DAPAT MENYESATKAN M...Lihat Selengkapnya
  • Fais Sulung ah..jgn jadi alasan deh ..........
  • Abah Abek Seru juga nich....

No comments:

Post a Comment