Tuesday, August 20, 2013

Ustad ternama memasang TARIF 150 juta.

PRIHATIN....
Seorang Ustad ternama dalam dakwahnya memasang TARIF smpe 150 juta...
seorang yang sudah berilmu agama...masih terbutakan oleh UANG...
bagaimana dengan para politikus, negarawan, petani, pedagang...dll
bagaimana AKU yang masih KERING ILMU
Subhanallah...smoga ENGKAU WAHAI YANG MAHA PEMURAH
selalu memberi petunjuk pada kami yang masih buta akan dunia fana ini..aamiin
Suka ·  · Ikuti Kiriman ·  · 11 jam yang lalu
  • Mang Yanto Lubiz Coba ang sudut pandangnya agak pisitif.. Tujuan tarif itu untuk apa sih?...
    jangan berfikir jelek terus...
    11 jam yang lalu melalui seluler · Suka
  • Don Medha ni bukan brpikir negatif...hanya mrasa prihatin,,kok besar banget..? tntu yg namnya dana oprasional tu harus ada...nah,,kalo yang ngundang itu mereka2 yg ga punya uang banyak..pie ? apa dakwahnya jdi mandek gara2 TARIFnya kurang ?
  • Adhe Mashadi SH Jilid II Wkt Zaenudin MZ hidup,klrg sy prnh ngundang ke krtsmya tarifny 10jt,itupun g smpe 10menit
  • Ang Dung Kun arane kemaruk... Coba Ang Dung bae sing ceramah ngane gah... Gkgkgk
    10 jam yang lalu melalui seluler · Suka
  • Bang Doel sebelum ramadhan, ust Solmed diundang LP3I, tarifnya 15juta. plus ramah tamah, lebih dari 2 jam.
  • Bang Doel LPI3I Indramayu
  • Arum Sary Apakah yg dimaksud itu adalah ust Solmed yg kini sedang berselisih sm BMI hongkong?
    10 jam yang lalu melalui seluler · Suka
  • Ang Dung Bang Doel@ tim suksesnya ya... ? He he
    10 jam yang lalu melalui seluler · Suka
  • Bang Doel Ang Dung tim suksese sapa?
  • Kuli Wifi Sing murah ana 5000 gelem ustad SOLSPATU
  • Ang Dung Kang solmed...
    10 jam yang lalu melalui seluler · Suka
  • Bang Doel Ang Dung Solmed wis sukses dewek wa, ora usah ana tim sukses maning.
    Kita ngomong kih berdasar acara kien
  • Ray Friz Pantesan sekarang orang hajatan gak mau ngundang ustadz..tarifnya mahal gak bisa buat goyang...mending organ tunggal..sehari semalem dan bisa goyang jeh..hehehe
  • Bang Doel masih akeh wong sing pinter agama sing diundang bli jaluk bayaran. tergantung niate, glati ilmu apa ketemu artis.
  • Krishna Rinaldi Kalau ustadz kondang biasanya ada agen dan managemennya. Jadi uang tarif itu ga cuma buat si penceramah. Mungikin kalau begitu, memang larinya akan mengejar profit dan menutupi biaya gaji managemen dan karyawan lain.
  • Ang Dung Bang@ he he...
    10 jam yang lalu melalui seluler · Suka
  • Ray Friz Ang Dung..ikutan dong he he he juga..
  • Don Medha Ang Friz@ haha....kyaknya 99% yg bgitu...
  • Don Medha Bang Doel@...yup..betul..memang trgantung niatnya...hanya krena kondang..jd d undang..yg blum kondang,,di anggap blum layak...
  • Don Medha Ang Krishna@stiap lini kehidupan jg prlu managemen..cma yo, kyaknya ni trlalu berlebihan klo smpe tarifnya segitu..apalgi dalam rangka syiar...
  • Raja Alas Jgn panggil dia dengan sebutan ustadz.. dia tdk beda dgn dalang organ, yg setiap manggung hrs ada bayaran yg sdh diperjanjanjikan sebelumnya..
  • Arum Sary perkataan dia diyoutube itu bohong semua ttng BMI hk,bahkan ustadz jamaah kami pun ikut ksh teguran buat dia
    8 jam yang lalu melalui seluler · Suka · 1
  • Aiyos Enjoy Aja dah jgn manggil2 ustad/kyai yg masang tarif,setuju?
    8 jam yang lalu melalui seluler · Suka
  • Aiyos Enjoy Aja ustad solmed punya mobil mewah'LAMBORGINI'SATU2NYA USTAD YG MEMILIKI MOBIL TSB. DARI PADA BELI MOBIL MEWAH LEBIH BAIK TUH UANG BUAT FAKIR MISKIN YA???
    8 jam yang lalu melalui seluler · Suka
  • Arum Sary klu mslh tarif sih mungkin msh bisa damai,tp tuduhan dia yg mengatakan kami sebagai kaum komunis itu yg membuat terluka,sedang hk paling banyak organisasi keagamaan nya
    8 jam yang lalu melalui seluler · Suka · 1
  • Aiyos Enjoy Aja yups.tki/tkw hongkong asal indonesia paling top mengadakan/mengundang ustad/kyai. mungkin ustad solmed blm pernah ke hongkong kalee ye?apalagi smpe ngatain komunis,hadeeeh sungguh TERLALU !
    7 jam yang lalu melalui seluler · Suka
  • Arum Sary Dia sdh pernah di undang blm lama ini dan september mendatang di undang lg,tp awalnya dia setuju dgn tarif sblmnya(8 jt)tiket 2 orang hotel dan fasilitas lainnya,tp ketika tiket infak $hk50 (60 ribu) sdh di edarkan mendadak dia naikan tarif 10 jt di tambah tiket diperbanyak serta fasilitas yg pengen diistimewakan,dia jg menanyakan uang sponsor,meminta uang sorban keliling dan menuduh pihak EO memperbisnis dirinya di hongkong,dia jg mengungkit ungkit mslh kedatangan nya yg dulu itu dan memberikan statement2 di media yg gak bnr,terang aja BMI semua meradang gak hny pihak EO nya saja
    7 jam yang lalu melalui seluler · Suka · 1
  • Mamah Kaisar May ngisin2aken bae....rebutan duit ,kaya bocah
  • Mamah Kaisar May gimana hidup tenang,kalau bajetnya sudah membunuh nurani.
  • Yoga Fajri Mba Arum Sary tahu sendiri apa kata-nya? Maaf saya cuma mau chross check. Krn sy jujur gak tahu siapa yg bohong atau jujur, dan mba Arum yg pasti ada di Hk mungkin bisa lbh tahu
  • Arum Sary mas yoga,saya jg pengurus slh 1 organisasi keagamaan dihk tp organisasi kami lbh suka mengundang ustadz2 dr dompet dhuafa jd ya th betul mana yg bnr dan yg hanya cari sensasi doang di media
    6 jam yang lalu melalui seluler · Suka · 1
  • Aiyos Enjoy Aja klo aku sich gak percaya dgn ustad solmed,pernah ngaku PERJAKA aja taunya dah punya istri
    6 jam yang lalu melalui seluler · Suka
  • Ang Mus golongan Sudrun
  • Arum Sary Aiyos@yg sangat di sesalkan tak ada 1 pun media dr indonesia yg meminta klarifikasi sm pihak EO hk nya,mrk cuma mewawancarai ust solmed aja,mungkin krn TKI jd tdk di anggap.mknya lewat rekaman video seada nya saja pihak EO meluruskan statement2 ust solmed dimedia via youtube
    5 jam yang lalu melalui seluler · Telah disunting · Suka · 2
  • Arum Sary Surat Terbuka dari Hong Kong untuk Ustaz Solmed

    Kepada Yth :
    Ustaz Solmed

    Ustaz Solmed yang terhormat, saya adalah salah satu TKI Hong Kong yang terluka dengan pernyataan ustaz di twitter yang mencurigai kami (TKI Hong Kong) sebagai jaringan dari
    komunis. Saya (masih) memaklumi jika ustaz memasang tarif saat diundang untuk berceramah.

    Itu hak ustaz. Pun, saya juga mengerti jika ustaz membela diri ketika ustaz dituding menaikkan tarif saat diminta ceramah di Hong Kong, terlepas dari benar atau tidaknya argumen yang ustad sampaikan. Namun, ketika ustad “berkicau” di twitter dengan menyatakan kecurigaan bahwa TKI Hong Kong merupakan bagian dari jaringan komunis, maka saya sebagai bagian dari TKI Hong Kong merasa terluka, teriris hati saya mendengar itu

    Miris, melihat dan mendengar pemberitaan beberapa media yang menurunkan berita timpang (tidak balance, hanya memaparkan berita dari pihak ustad Solmed, tidak berusaha
    melakukan cross check dengan pihak EO di Hong Kong).

    Saya bukan bagian dari EO tersebut, dan (tadinya) saya pikir, perselisihan ustad dengan EO tersebut dapat menemui titik temu (damai). Tetapi, semakin lama, ustad semakin membuat
    pernyataan yang tidak-tidak, bahkan cenderung memfitnah. Di infotainment, ustad menyebut angka 150 juta rupiah yang bakalan dikeruk oleh EO di Hong Kong dari penjualan tiket masuk yang dijual kepada para jamaah. 

    Gedung utk pengajian tersebut merupakan ruangan berbentuk L yang kapasitasnya (menurut pengamatan orang awam seperti saya), hanya muat untuk 500 orang (itu juga kalau dijejal-jejal). 

    Jika tiket masuk dijual seharga 50 (Hong Kong dollar), dan pengajian diadakan dua sesi, maka hasil dari penjualan tiket adalah : 50 x 1000 orang = 50.000 (Hong Kong dollar). 

    Kurs saat ini : HK$ 1 = Rp. 1300 (kurang lebih, karena kurs naik turun). Jadi, jika ustazmenyebut angka 150 juta rupiah, maka saya katakan hal tersebut adalah AJAIB (kalau tak mau dikatakan OMONG KOSONG). 

    Lagipula, angka HK$50. 000 itu dengan asumsi bahwa tiket terjual habis (sold out)*. Pada kenyataanya, tidak semua tiket bisa terjual habis.

    Dan uang sejumlah itu bisa dikatakan sangat pas-pasan untuk membiayai sebuah acara di Hong Kong. Ini berdasarkan pengalaman saya selama bergelut dalam organisasi Forum Lingkar Pena Hong Kong.

    Perlu ustaz ketahui, pengajian di Hong Kong dengan menjual tiket (entah itu HK$20, 50, atau 100) itu sudah lazim di kalangan tenaga kerja Indonesia di Hong Kong ini. 

    Di Hong Kong ini, memakai mesjid atau gedung TIDAK BISA GRATIS. Minimal perlu HK$ 4.000 untuk sewa satu gedung (ini harga sewa gedung di pelosok, kalau di pusat kota minimal bisa dua kali lipatnya). 

    Belum lagi sewa sound systemnya (tidak mungkin ‘kan ustad teriak-teriak atau lari sana-sini agar suara ustad dapat didengar oleh jamaah yang hadir). 

    Harga sewa sound system bisa berkisar HK$ 5.000 ke atas. Belum lagi ditambah biaya pembelian tiket pesawat untuk ustad dan manajer ustad, biaya hotel, konsumsi,transportasi, dll. Jika pun acara di laksanakan di tempat terbuka, seperti lapangan Victoria Park, itu juga harus ada ijin dari pengelolanya.

    Karena, yang saya tahu, jika pun acara pengajian itu memperoleh keuntungan dari penjulan tiket serta dana dari kotak amal (yang diedarkan saat pengajian berlangsung), maka dana tersebut tidak akan masuk ke kantong panitia penyelenggara, melainkan disumbangkan ke Indonesia, entah itu untuk pembangunan mesjid, pesantren, dll. 

    Ustad akan lebih tercengang lagi, jika melihat fakta bahwa begitu banyak mujahidah di Hong Kong ini yang rela berpanas-hujan menjual majalah, meminjamkan buku melalui perpustakaan lesehan, menjual buku, dll demi mendapat keuntungan 1 atau 2 dolar yang mereka kumpulkan untuk kemudian disumbangkan ke Indonesia.
  • Eka Raharja Izin Share...
  • Arum Sary Monggo mas Eka...itu klarifikasi dr tmn2 kita TKI hk atas statement2 ust solmed
    4 jam yang lalu melalui seluler · Suka · 3
  • Eka Raharja ternyata udah keduluan...
  • Adhe Mashadi SH Jilid II gpp kang Eka Raharja, makin banyak copas makin baik
  • Adhe Mashadi SH Jilid II ternyata SOLMED Bekas petinggi FPI hahaha.................. Ketua DPD FPI DKI Jakarta Habib Salim Alatas mengkritik keras gaya hidup Ustaz Solmed. Tak tanggung-tanggung Habis Selon biasa Salim disapa menilai Solmed salah kaprah dalam menjalankan ta'aruf.
    "Seharusnya seorang ustaz itu tampil dan menunjukkan akhlak sebagai da'i dan ustaz, tidak seperti preman, playboy dan tidak lebay. Sebagai dai itu tidak ada istilah komersil dan sering nongol di televisi," tegas Habib Selon dikutip Merdeka.com, Sabtu (4/8/2012).

    Entah tersinggung dengan ucapan itu atau ada alasan lain, Solmed akhirnya memilih mengundurkan diri dari Front Pembela Islam (FPI). Di FPI, Solmed merupakan salah satu petinggi dengan jabatan Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) DPP FPI.

    Lebih mengejutkan adalah pengakuan perempuan bernama Dewi Yuliawati, yang mengaku sebagai mantan istri Solmed. Dewi membuka aib Solmed soal pernikahannya yang kandas. Tapi tudingan itu dibantah mentah-mentah oleh Solmed.

    Solmed juga sempat kena semprit Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Pasalnya, acara yang dibawakan oleh Solmed, "Akhirnya Aku Tahu", pada 15 Juli 2012 lalu membahas tentang seks. KPI menilai dialog tersebut terlalu vulgar dan masuk pelanggaran penyiaran seperti pelanggaran atas perlindungan anak, norma kesopanan, pembatasan bincang-bincang seks dan penggolongan program siaran.

    "Dialog bermuatan hubungan seks tersebut terjadi antara seorang Ulama (Ustad Solmed) dengan beberapa jamaah yang membahas materi tentang kontrasepsi, hubungan intim suami istri, pembesaran alat kelamin, oral seks dan informasi tata cara hubungan seks lainnya," tulis KPI di website resminya.

    Mendapat teguran dari KPI, Solmed tak merasa terganggu karena dirinya hanya mengikuti aturan yang dibuat stasiun televisi. "Saya dakwah tetap dakwah, jadi nggak terganggu. Soal teguran itu urusan TV lah. Pakem KPI kan saya nggak paham, saya hanya paham pakem Alquran dan hadis," ujar Solmed.

    Menurut Solmed, yang mengetahui tayangan itu layak atau tidak adalah stasiun televisi itu sendiri. "Saya sudah bilang ke mereka, tema-tema yang sifatnya sensitif, tolong dikaji, layak atau tidak itu Anda (stasiun televisi) yang menentukan," tuturnya.
    Diposkan oleh Abdul Rahman Wahid di 23.41
  • Arum Sary iya,itu surat dr "Forum lingkar pena",smlm pun di TVone menyiarkan berita ini
    4 jam yang lalu melalui seluler · Suka · 1
  • Farid Muqodas klo soal tarif yg dia pasang, aku rasa itu cara dia membangun profesionalisme, tidak bisa disalahkan, tinggal tergantung kita yg mau mendapatkan ilmunya, merasa wajar atau tidak jika harus membayar sebanyak itu,klo merasa gak wajar ya sudah, jangan diundang ...
  • Arum Sary klu ngomongnya di awal sih gpp,lah ini gedung udah di sewa dll seenaknya aja naik kan tarif,di kira TKI itu banyak duit ya?
    2 jam yang lalu melalui seluler · Suka
  • Raja Alas Farid Muqodas@: Kalau si Solmed pasang tarif ketika diundang ceramah (saya lbh suka menyebutnya " ketika ditanggap"),betul, itu sah2 saja, krn hak dia. Tapi jgn lagi menganggap dia sbg da'i ataupun ustad. Status dia, adalah tdk ubahnya seorang dalang (apa dalang wayang, ketoprak, dalang organ), yg sll pasang tarif ketika ditanggap...
  • Farid Muqodas emang tadinya bikin agrementnya secara lisan atau tertulis?
  • Sudarsono ustad siapa sih?????
  • Aiyos Enjoy Aja ustd solmed
    2 jam yang lalu melalui seluler · Suka · 1
  • Raja Alas Farid Muqodas@: Seorang da'i sejati, tdk akan pernah berpikir utk bikin agreement baik lisan maupun secara tertulis. Dakwah adalah tugas ibadahnya. Paling yg dia pikirkan adalah utk bisa berdakwah demi syiar Isla. Ada akomodasi, penginapan dan transport. Urusan UANG LELAH, tdk etis kalau da;i mempermasalahkannya. Tdk diberi uang lelah juga, hrs ihlas, krn dia sdh bisa melaksanakan kewajibannya sbg da'i. Tdk usah repot2 door to door, tdk usah repot2 mengumpulkan jama'ah. Dia tinggal ibadah ngasih ceramah. Belajarlah dari para wali sanga, ketika menyebarkan ajaran Islam..
  • Farid Muqodas Raja Alas : iya mgk juga begitu
  • Arum Sary Semua ustadz yg di undang ke hk itu via, telp,sms dan whatsapp.krn jarak jauh dan dia pun gak pertama kalinya ke hk ustadz yg lain pun di undang dgn cara demikian.bahkan Alm Uje udah bolak balik ke hk
    2 jam yang lalu melalui seluler · Suka · 1
  • Raja Alas Saya yakin, pihak panitiapun, tanpa ada agreement awal sdh berpikir utk menyediakan segala sesuatunya, dari akomodasi, transport sampai "uang lelah".. tapi mustinya pantang utk dipatok harga... HARAM HUKUMNYA BAGI SEORANG DA'I, kecuali dalang.. satu milyarpun harga yg diminta, boleh2 saja..
  • Aiyos Enjoy Aja kalau sya mau nanggap berokan kepet aja aaah
    2 jam yang lalu melalui seluler · Suka · 2
  • Farid Muqodas Raja Alas : ya sudah, paling tidak teman2 TKI sudah dapat pengalaman berharga, jadi saranku lain kali, klo mau ngundang penceramah, pastikan dulu segala sesuatunya "SIP", biar tdk terulang kejadian serupa 
  • Raja Alas Dan siapapun, kalau tdk pengen "diglendengi" gara2 uang sakunya kurang gede, JANGAN SEKALI2 MENGUNDANG SI SOLMED.. Ustad dan penceramah Indramayu malah kualitas ilmunya banyak yg lbh hebat dari Solmed ...
  • Arum Sary TKI klu bersatu pasti menang,dia di wawancarai oleh banyak media ternama utk minta klarifikasi,sedang TKI hk cm modal rekaman hp di youtube utk meluruskan mslh....tp kbr terakhir yg saya dengar,sekretaris DPD FPI DKI jkt mengharamkan ust solmed utk berdakwah se-DKI jkt
  • Aiyos Enjoy Aja setuju,dgn keras dan lantang saya sekeluarga gak bakal ngundang solmed
    2 jam yang lalu melalui seluler · Suka · 2
  • Raja Alas BETUL, HARAM HUKUMNYA SEORANG DA'I PASANG TARIF KETIKA DIUNDANG CERAMAH...
  • Farid Muqodas mgk saja niat sebagian teman2 TKI mengundang SOLMED adalah dalam rangka mencari hiburan, hehe soalnya ustaz kondang kan rata2 pinter "ngelawak"
  • Arum Sary FPI Haramkan Undang Solmed Berdakwah
    VIVAlife - Ustad Soleh Mahmud alias Solmed tengah dirundung kontroversi soal pembatalan dakwahnya di Hong Kong. Seakan jatuh tertimpa tangga, kasus itu justru menimbulkan masalah baru. Sekretaris DPD FPI DKI Jakart
    a, Habib Novel Bamu'min mengimbau pengurus FPI se-DKI Jakarta untuk tidak mengundang Solmed berdakwah selama ia belum tobat.

    Itu disampaikan Novel saat dihubungi VIVAlife, Selasa, 20 Agustus 2013. “Haram mengundang Ustad Solmed,” tegasnya. Pasalnya, Novel berpendapat apa yang dilakukan Solmed soal tarif dakwahnya adalah hal yang haram. Seorang muslim, katanya, wajib untuk berdakwah dengan ikhlas.

    “Besar kecil (honor) itu rejeki, nggak boleh tawar menawar,” tegasnya.

    Novel menjelaskan, dulunya ia dan Solmed merupakan teman seperjuangan. Keduanya tergabung di FPI. Solmed sekitar tahun 1998, sedangkan Novel sudah bersama Habib Riziq sejak 1993. Suami April Jasmine itu bahkan sempat menjabat sebagai Sekjen DPP FPI. Namun, karena perilakunya yang suka mematok tarif dakwah, apalagi dengan begitu tinggi, membuat Solmed ‘dipecat’.

    Sebagai teman, Novel sempat menegur kebiasaan Solmed mematok tarif itu. Terutama setelah ia sempat menyebut TKI Hong Kong dengan label komunis. Namun, perkataan Solmed justru makin kasar.

    “Itu tuduhan yang membabi buta. Menuduh seorang muslim dengan tidak benar dan tanpa bukti itu ingkar, kafir,” lanjutnya menerangkan.

    Untuk itu, Novel menyarankan Solmed agar segera bertobat dan meminta maaf pada para TKI di Hong Kong. Ia juga meminta Solmed menghentikan aktivitas dakwah komersilnya dan kembali seperti pedakwah biasa.

No comments:

Post a Comment