Tuesday, August 20, 2013

Negara Miskin Akibat siapa ?

Pemimpin sudah banyak Persiden sudah 6 x merdeka sudah 68 th, pejabat daerah dari Kepala Desa, Bupati sampai Gubernur gonta ganti , semua semua pemimpin dianggap mutlak adalah pilihan rakyatnya.
Nah... !! Pertanyaannya : Ketika kita tak semaju, malaysia, singapura, Korea, Taiwan, China, India dan Jepang ini akibat siapa?
- akbat pemimpinkah?
- atau rakyatnya yang susah diajak maju?

Tolong berikan pandangan terimakasih.
Suka ·  · Ikuti Kiriman ·  · 17 Agustus pukul 17:28 melalui seluler
  • Reang Garang Tolong kasih pandangan yang objektif, jangan didasari oleh pemikiran atas dasar kepentingan baik pribadi, kelompok, partai atau ormas.... Hanya satu pemikiran yaitu pemikiran atas dasar CINTA NKRI.
  • Arum Sary Ini akibat hukum di indonesia gak setegas hukum di negara sebelah
  • Reang Garang Arum Sari : Maksudnya bagaimana ? Hukum sudah ada, lembaga peradilan sudah komplit. Coba bahasa penegakkan Hukum Menurut anda? Di negara tetangga yang sifatnya himbauan saja ditaati kalau di sini? Sekarang saya tanya lampu merah kenapa kaau tidak ada polisinya sering orang pada nyonong?
    17 Agustus pukul 17:50 melalui seluler · Suka · 1
  • Reang Garang Arum Sari : Rambu lalulintas kalau tdk dijaga polisi orang pada nylonong alias tdk ditaati, apakah untuk tertib dan patuh hukum kita harus dijaga terus?
  • Arum Sary Di hongkong,lampu merah di langgar langsung kena denda,aku dan tmnku dikejar wkt ketika itu lampu merah tmnku nylonong aja dia gak th ada polisi yg pk baju preman hal hasil dia langsung kena denda berupa duit dan itu prosesnya gak lama,mknya skrg takut menyebrang lg klu lampu merah,itu berarti kan hukumnya tegas mknya bawahan nya pun patuh
  • Ino Sukirno Ning indonesia, pemisah dua jalur jalan tinggi dan lebar-lebar. ini bertanda bahwa rakyat Indonesia seperti ...
  • Ino Sukirno Tapi rakyat gah niru pemimpin e, sradag srudug. weruh aturan, diterjang. Gawe aturan dilanggar dewek. rakyat gah melu langgar aturan, mulai tingkat pedagang sampai pengusaha.. meluan kabeh. Sing penting untung gede, masalah akibat perbuatan e, itu bisa diatur. Pengoplos BBM (gas kentut, kurangi literan), Pengoplos Beras, Pengoplos daging, pengoplos kue2, sampai tukang cingcau lan tukang cilok pada meluan oplos terigu.. KACAU..
  • Reang Garang Arum Sari : di singapura dan beberapa negara maju pun begitu, ada yg pakai sistim kamera, terekam gambar pelanggar lalu surat tilang dikirim ke rumah, di kita ada yg di tilang ada juga yg damai ditempat... Si pelanggar nyap dan aparat terima itu artinya kepentingan dua arah.
  • Reang Garang Ino : belanda 350 th betah di indonesia kenapa bisa selama itu? Dengan politik adu domba kita gampang dipengaruhi... Dulu belum ada pemimpin lho?
  • Akhmad Jumarma Karena negara kita negara dgn sumber daya alam yg kaya jadi orang2nya pemalas karena dipengaruhi oleh kondisi alam
    .
  • Ang Dung Jawaben dewek baelah, kader wis pinter dewek
    18 Agustus pukul 3:34 melalui seluler · Suka · 1
  • Alex Dermayu Lifeson “Sesungguhnya di antara hikmah Allah Ta’ala dalam keputusan-Nya memilih para raja, pemimpin dan pelindung umat manusia adalah sama dengan amalan rakyatnya bahkan perbuatan rakyat seakan-akan adalah cerminan dari pemimpin dan penguasa mereka. Jika rakyat lurus, maka akan lurus juga penguasa mereka. Jika rakyat adil, maka akan adil pula penguasa mereka. Namun, jika rakyat berbuat zholim, maka penguasa mereka akan ikut berbuat zholim. Jika tampak tindak penipuan di tengah-tengah rakyat, maka demikian pula hal ini akan terjadi pada pemimpin mereka. Jika rakyat menolak hak-hak Allah dan enggan memenuhinya, maka para pemimpin juga enggan melaksanakan hak-hak rakyat dan enggan menerapkannya. Jika dalam muamalah rakyat mengambil sesuatu dari orang-orang lemah, maka pemimpin mereka akan mengambil hak yang bukan haknya dari rakyatnya serta akan membebani mereka dengan tugas yang berat. Setiap yang rakyat ambil dari orang-orang lemah maka akan diambil pula oleh pemimpin mereka dari mereka dengan paksaan.

    Dengan demikian setiap amal perbuatan rakyat akan tercermin pada amalan penguasa mereka. Berdasarkah hikmah Allah, seorang pemimpin yang jahat dan keji hanyalah diangkat sebagaimana keadaan rakyatnya. Ketika masa-masa awal Islam merupakan masa terbaik, maka demikian pula pemimpin pada saat itu. Ketika rakyat mulai rusak, maka pemimpin mereka juga akan ikut rusak. Dengan demikian berdasarkan hikmah Allah, apabila pada zaman kita ini dipimpin oleh pemimpin seperti Mu’awiyah, Umar bin Abdul Azis, apalagi dipimpin oleh Abu Bakar dan Umar, maka tentu pemimpin kita itu sesuai dengan keadaan kita. Begitu pula pemimpin orang-orang sebelum kita tersebut akan sesuai dengan kondisi rakyat pada saat itu. Masing-masing dari kedua hal tersebut merupakan konsekuensi dan tuntunan hikmah Allah Ta’ala.[1]
  • Ang Dung Alex@ jare sapane kunuh ?
  • Choleed Khoolidina'abada mulai dari diri kita aja dulu... andaikata kita saja gak bisa maju apalgi nyuruh org lain untuk maju, antara rakyat dan pemerintah harus bersatu
  • Reang Garang Alex : Jawaban anda sangat lucu
  • Reang Garang Ang Dung : Kalau saya tahu gak bakalan nanya, kan member SDI pinter pinter.
  • Ang Dung Pinter sih... Tapi rela bagi2...? Gkgkgk
  • Reang Garang Coleedslava : harus bersatu itu harapannya, hanya bagaimana caranya ?
  • Reang Garang Ang Dung : hehehe.... Tentu rela asal minta izin dulu sama orang tuaku.
  • Reang Garang Akhmad Jumarna : karena kesuburan membuat orangnya malas begitu,
  • Ang Dung Arep ngelamar prawan tah kune kuh...? Gkgkgk
  • Reang Garang Ang Dung : bukan melamar perwan, tapi mau melamar jadi PNS. ... Hehe
  • Ang Dung Nah marek dkit meng babeh, ngemet menyan... Gkgkgkgk
  • Ang Dung Nah marek dkit meng babeh, ngemet menyan... Gkgkgkgk
  • Reang Garang Ang Dung : Menyane wis ora mempan, kalah saing karo Amplop. Hehe
  • Arum Sary Dadi keder jawabe,sing takone malah lbh pinter...dijawab A mlh meng B mlayune
  • Eka Raharja Kalau menurut saya, yang paling bertanggung jawab adalah, pemimpin...
    tetapi sebenarnya masih ada harapan, yaitu dengan membenahi sistem pendidikan kita...
    biarin dah yg udh tua2 yg sekarang menjabat mah susah diberesin dikasih UU antikorupsi seberapapun juga, tetap akan ketemu celahnya...yang terpenting nyang masih punya jiwa perubahan...dididik untuk kemudian membenahi sistem agar berjalan sesuai track nya...
    Juara olimpiade sains, fisika, matematika
    menjadi penemu, dan lain sebagainya adalah bukti bahwa rakyat kita bukan orang2 yang gak mau diajak maju....
    tinggal, pemimpinnya yg amanah kemudian bisa mensinergikan kekuatan2 tersebut...
    Banyak tokoh dunia yang berasal dari Indonesia...dan itu cukup membuktikan bahwa, rakyat kita sudah bisa diajak untuk maju...sekali lagi tinggal...bijimana pemimpinnya....
    adapun tilang damai dll...itu terjadi karena sang pemimpin (dlm hal ini oknum) mau mengadakan hal itu...coba kalo tegas...Insya Allah, rakyat mah manuuuuut...
  • Arum Sary kuh ningan kang eka gah hampir pada pendapate lan kula
    18 Agustus pukul 12:27 melalui seluler · Suka · 1
  • Eka Raharja Defaultnya rakyat..ya gak mau diajak maju...dan tugas pemimpin agar rakyatnya mau diajak maju...ketika bertanya siapakah pemimpin itu??? kapan datangnya???
    Kalau kita bisa??? kenapa harus orang lain???
    kalau kita bisa??? kenapa harus menunggu???
    pendek kata...kembali kepada diri sendiri...
    Negara maju adalah kumpulan orang2 maju...Jepang gak akan maju kalau didalamnya hanyalah orang2 yg nyampah...
  • Reang Garang Arum Sari : bukanna jawab A lari Ke B, ini soal multi dimensial jawabannya tdk sesimple yg anda paparkan... Maaf.
  • Arum Sary iya gpp mas reang...utk pemaparannya mas eka rajasa ahlinya
  • Reang Garang Mas eka : rakyat tdk bodoh, pemimpinpun bgt, konsop negara kedaulatan teringgi ditangan rakyat, pemimpin hny figur biasa.
  • Raja Rajadi penyakit dari kerusakan multidimensi dinegeri ini akibat 4 pilar kebebasan dari demokerasi.....
  • Nank ASaekhu Uprit II Apa yg salah dgn demokrasi?
  • Reang Garang Raja Radadi dadi ; 4 pilar kebangsaan sudah bagus hanya apakah itu sudah dijiwai oleh seluruhnya? Bagaiman menurut anda demokrasi itu?
    18 Agustus pukul 16:39 melalui seluler · Suka · 1

No comments:

Post a Comment